Lahan
sawah irigasi teknis mencapai 6,757 ha dan irigasi non teknis 809 ha.
Lahan pertanian mencapai 5.524.725 ha atau setara dengan 70% total luas
wilayah Sumatera Selatan. Kendati demikian, lahan padi di provinsi ini
pada 2005 mencapai 626.849 ha dengan jumlah produksi 2.320.110 ton.
Dari jumlah produksi itu, sekitar 171.928 ton berasal dari produksi
lahan kering seluas 73.504 ha. Kabupaten dengan luas areal dan produksi
padi tertinggi adalah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Timur.
Saat ini lahan sawah abadi seluas 752.150 ha, terdiri atas 399.521
ha atau 55% lahan sawah irigasi 113.655 ha atau 15% lahan sawah pasang
surut, sawah lebak dan sawah tadah hujan dan sisanya 238.974 ha atau
30% adalah lahan sawah yang belum ditanami.
Perkebunan terhampar luas. pada 2005, kebun mencapai 26.884 ha dengan
produksi 75.556 ton dan kebun ketela pohon seluas 14.432 ha dengan
produksi 179.952 ton. Luas tanaman ubi jalar 3.379 ton, kebun bawang
daun 330 ha dengan jumlah produksi 27.748 ton, kubis produksi 49.930
ton, sawi 770 ha jumlah produksi 68.799 ton.
Sumatera Selatan terkenal dengan produksi buah-buahan khususnya
duku, durian, nanas dan pisang. Luas perkebunan duku mencapai 3.851 ha
dengan produksi 62.226 ton, perkebunan durian 40.486 ha total produksi
29.000 ton. Namun demikian, pohon duku dan durian banyak yang sudah tua
sehingga diremajakan. Perkebunan nanas mencapai 4.670 ha dan total
produksinya 513.858 ton. Selain itu, perkebunan alpukat terhampar di
atas lahan 275 ha dengan produksi 1.852 ton, perkebunan belimbing 95 ha
memproduksi 1.786 ton, perkebunan jambu biji 311 ha memproduksi 13.085
ton, perkebunan jambu 834 ha memproduksi 15.442 ton, perkebunan jeruk
siam 7.003 ha memproduksi 2.660.363 ton, perkebunan manggis 763 ha
memproduksi 2.286 on dan perkebunan nangka seluas 1.484 ha dengan
produksi 18.681 ton.
Provinsi ini juga memiliki sumber daya perkebunan seluas 1.878.983
ha yang merupakan perkebunan milik rakyat dan perusahaan, terdiri dari
perkebunan karet, kelapa sawit, tebu, kopi, kelapa, lada dan lainnya
dengan total produksi 4.040.150 ton. Ada empat komoditas yang dominan
yaitu kelapa sawit, karet, kopi dan kelapa. Keempat komoditas tersebut
tersebar hampir tersebar di semua kabupaten/kota. Kepemilikan
perkebunan rakyat masih dominan dibandingkan milik perusahaan dan
lainnya. Areal produksi karet rakyat seluas 1,2 juta ha, diikuti lahan
produksi kelapa sawit 1,1 juta ha. Selama 20 tahun terakhir, laju
pertumbuhan kedua komoditas ini sangat fantastis sebagai hasil kerja
keras semua komponen yang berkecimpung dibidangnya.
Di sektor perikanan dan kelautan, penduduk yang menggeluti sektor
ini mencapai 115.388 rumah tangga perikanan. Persentase perikanan
diperoleh dari hasil budidaya ikan (56,18%), perairan umum (39,31%) dan
perikanan laut (4,51%). Pembangunan perikanan dititikberatkan pada
pembangunan perikanan budidaya, termasuk di dalamnya pascapanen, yang
pada 2005 mencapai 88.954,5 ton.
Hasil produksi ternak mulai dari daging, susu dan telur terus
meningkat clari tahun ke tahun. Pada 2005, produksi daging sapi,
kerbau, kambing, babi dan unggas mencapai 44.676 ton, Sedangkan
produksi susu segar mencapai 277.000 liter, produksi telur sebesar
46.183 ton.
Provinsi Sumatera Selatan tidak kalah dengan provinsi lain dalam
melestarikan hutan, suatu kinerja yang harus disambut positif luas
hutan mencapai 4.416.837 ha atau 40,43% dari total luas wilayah
provinsi, terdiri dari kawasan hutan konservasi seluas 714.416 ha
(16,17 %), hutan lindung 760.523 ha (17%) dan hutan produksi 2.941.898
ha (66,61%).
Provinsi ini memiliki potensi pertambangan yang cukup besar, antara
lain cadangan minyak bumi sebanyak 5,03 miliar barrel (10% cl) atau
5.032.992 matrick stack tank barrel. Cadangan minyak bumi diproduksi
dengan pertumbuhan 10% per tahun dan dapat bertahan 60 tahun, Sedangkan
cadangan batu bara diperkirakan sebesar 16.953.615.000 ton atau 60%
cadangan nasional. Luas areal usaha pertambangan umum mencapai
1.030.128,75 ha, dengan pertambangan minyak dan gas 2.243,120,15 ha.
Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).